Posts Tagged Konten Lokal

Date: March 11th, 2009
Cate: Indonesia
1 msg

Cuap, Tentang Konten Lokal

Hujan yang mengguyur sebagian kota Medan di sore hari memantapkan rencana untuk pulang lebih cepat dan menikmati tidur cepat tidak terlaksanakan secara benar. Persiapan diri untuk tidur lebih cepat dari biasanya juga belum terlaksana – ini akibat ulah si anto yang sedang download Ridho Rhoma “Menunggumu.mp3″, ah.. sekali lagi malam ini dihiasi oleh ledekan, ide konyol, maupun rencana positif kedepannya.

Mulai dengan cerita Evan Williams “co-founder Twitter”, dengan konsep yang memafaatkan kemudahan mengkatualisasikan diri dimana saja, kapan saja dengan batasan karakter – 140 karakter. Namun, ketenaran aplikasi ini sudah merambah hampir ke lapisan pengguna Internet. Diferensiasi atau keunikan produk dalam usaha IT memang dibutuhkan. Artinya pengguna membutuhkan sesuatu yang baru namun apakah dibutuhkan secara lazim? Ups, saya tidak sedang membahas yang kata terakhir. Brangkat lae.., konten yang di dalam negeri juga dilaporkan hampir kurang dilirik pengguna Internet lokal, mufi bilang kek gini dan Dolly punya usul untuk melakukan penelitian. Benar juga. Mugkin butuh biaya lebih untuk melakukan penelitian. Ketika Nokia ingin meluncurkan produk, banyak para ahli yang diterjukan untuk melakukan penelitian kebiasaan seseorang dalam kesehariannya tidak hanya di satu daerah, namun beragam budaya mereka dekatkan teknologi yang mereka tawarkan lewat telepon genggam. Ah, itukan Nokia!

Bagaimana dengan Evan Williams, Mark Facebook, Pierre “E-Bay” Omydar, Sergey & Larry Page Google ketika mengawali besutan mereka. Kebutuhan, ‘keisengan’, just for fun! Namun, keseriusan untuk menumbuh kembangkan produk menjadi konsistensi yang disesuaikan dengan keinginan pengguna. Ide simpel, diramuh dan dijajahkan serta menghasilkan jutaan dolar.

Nasib konten lokal? Semangat membangun  konten lokal juga disuarakan oleh Depkominfo. Selain itu beberapa penyedia hosting IIX seperti Magnet-ID Kang Tadjid Yakub mengambil peranan juga, Enda – DagDigDug juga ada. Mari yang punya ide kreatif  mulai bangun & kembangkan konten lokal.

Ah, sepertinya celoteh malam ini harus disudahi ya. 23:57 WIB. Sebaiknya aku harus merecharge energi untuk memenuhi konsumsi energi esok hari. Tidak, sudah tengah malam lewat 25 menit – diiringi lagu “Pemuda Harapan Bangsa – Mahasiswa Rantau” Tidur yuk! Mari bermimpi dan tuangkan dalam wujud produk-produk yang bermamfaat. Tapi jangan sampai jadi Mahasiswa Abadi!