Archive for March, 2009

Date: March 25th, 2009
Cate: Linux, Medan
5 msgs

Cuap-cuap Linux di Prapanca FM

Beberapa hari yang lalu, Minggu siang aku menerima telepon dari Bang Benny – XL. Menawarkan untuk mengisi acara IT’s Time di Radio Prapanca FM (Trijaya Network – MNC) dengan topik seputar “Linux”. Program acara ini sendiri masih seumur jagung – 2 kali siar, dimana edisi perdana berbincang seputar Blackberry. Dan kali ini giliran Linux yang akan diangkat. Bagiku, ini menarik – Medan yang relatif jarang mengangkat seputar IT (Informasi Teknologi) khususnya di media radio, maupun televisi. Jadi, media penyebaran informasi semakin bertambah.  Awalnya topik yang akan diangkat seputar Linux saja, namun di sore hari terjadi perubahan bahwa tidak hanya pembicara Linux saja yang hadir, Windows juga nimrung. Wah, abang yang satu ini rupanya, Andri Aulia. Sempat komunikasi via chatting. Akhirnya ketemuan disini. Tak kirain siapa.

Paparan yang umum tentang Linux, seperti pemangkasan biaya lisensi, dukungan, kebutuhan apa yang cocok & tidak dapat dipenuhi dengan menggunakannya saat ini. Hingga peluang usaha yang bisa digarap bagi pemain lokal.

Untuk memulai sesuatu hal yang baru itu – memiliki tantangan tersendiri. Mulai dari rasa deg-deg-an, hingga seoptimal mungkin mengulas dengan menggali referensi kembali hal-hal yang mungkin terlupakan.

Date: March 15th, 2009
Cate: Medan
5 msgs

Lah, Kok Jadi Banjir Debian

Beberapa hari yang lalu kami sempat mendapat musibah – kebanjiran. Yang sebelumnya kawasan ini belum pernah didatangi ‘air yang berlebihan’ di lorong kecil ini. Tempat untuk menghabiskan waktu – tidur, ngenet, diskusi. Bagiku ini merupakan pengalaman kali pertama sejak berada di kota ini, benar-benar menyesakkan dada karena tidak hanya sekedar membersihkan ruangan yang kotor namun harus diganjar mahal dengan rusaknya beberapa alat elektronik punyaku dan punya kawan awak satu ini. Tak ketinggalan tentunya baju dan buku, kasur juga direndam air. Penyebabnya adalah drainase yang tidak baik. Kerja keras sudah dilakukan sebelumnya oleh kawan awak ini sebelum aku sampai di rumah. Karena pada saat itu lagi liburan, ceileh… pulkam alias pulang kampung ato mudik. Jadi setelah menerima sms langsung balik, mengingat perjuangan yang dilakukan pasti begitu berat. Makasih ya wak!

1 unit hi-fi, 2 unit notebook sudah jadi korbannya. Alhamdulillah masih bisa dimamfaatkan, proses pembongkaran, pengeringan dan dikipasi beberapa hari terus dilakukan. Karena keterbatasan perangkat kerja dan kemampuan membongkar barang-barang ini alias takut kena sindrom montir kabanjahe (bautnya lebih satu). Akhirnya dibawa juga ke toko komputer dekat rumah.

Hanya sedikit timbul masalah di sistem dan perangkat keras yang setelah dibongkar, sistem operasi yang sedikit aneh, tombol yang sedikit tertukar tempat fungsinya (CTRL & FN), tentunya masih menggunakan windows. Disarankan untuk menginstall ulang sistemnya. Ssst.., sebenarnya ini adalah laptop pertama yang aku miliki jadi baru beberapa minggu digunakan. Singkat kata kuputuskan untuk melepaskan keakutan terhadap si win32.exe. Pilihan saat ini jatuh kepada distro BlankOn 4.1 dengan permak-an tampilan Mac OS/X Leopard.

Sejauh ini belum terkendala untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti pengolah dokumen, pengolah gambar, pengolah audio/video. Namun, masih ada pr yang harus dilakukan wireless-nya belum berfungsi. Tidak mau berasosiasi dengan AP (access point) di zona publik Internet kampus. Kenapa juga ya? Ntar insyallah besok dibawa ke kantor aja untuk test apakah dia cukup bersahabat dengan AP DLink 2100AP+.

Wah, sepertinya suara dari komputer wak satu ini sudah terdengar. Debian 5.0 Lenny juga disandingkan di mesin low-end. Pentium III 800 Mhz, RAM 128 MB menjadi tempat browsing dan penyimpan data. Selamat tinggal win32.error. Halax… dari banjir air sekarang banjir debian di AMNet. Bagi yang ingin ambil iso Debian 5 Lenny silahkan datang ya, saat ini sudah 13 iso/cd yang diunduh. Masih dicicil lagi. Sabar ya!

Update:**
Wirelessnya sudah berfungsi normal, cukup dengan memperbaharui kernel
$ sudo apt-get –reinstall instal llinux-image-2.6.27-11-generic

Date: March 11th, 2009
Cate: Indonesia
1 msg

Cuap, Tentang Konten Lokal

Hujan yang mengguyur sebagian kota Medan di sore hari memantapkan rencana untuk pulang lebih cepat dan menikmati tidur cepat tidak terlaksanakan secara benar. Persiapan diri untuk tidur lebih cepat dari biasanya juga belum terlaksana – ini akibat ulah si anto yang sedang download Ridho Rhoma “Menunggumu.mp3″, ah.. sekali lagi malam ini dihiasi oleh ledekan, ide konyol, maupun rencana positif kedepannya.

Mulai dengan cerita Evan Williams “co-founder Twitter”, dengan konsep yang memafaatkan kemudahan mengkatualisasikan diri dimana saja, kapan saja dengan batasan karakter – 140 karakter. Namun, ketenaran aplikasi ini sudah merambah hampir ke lapisan pengguna Internet. Diferensiasi atau keunikan produk dalam usaha IT memang dibutuhkan. Artinya pengguna membutuhkan sesuatu yang baru namun apakah dibutuhkan secara lazim? Ups, saya tidak sedang membahas yang kata terakhir. Brangkat lae.., konten yang di dalam negeri juga dilaporkan hampir kurang dilirik pengguna Internet lokal, mufi bilang kek gini dan Dolly punya usul untuk melakukan penelitian. Benar juga. Mugkin butuh biaya lebih untuk melakukan penelitian. Ketika Nokia ingin meluncurkan produk, banyak para ahli yang diterjukan untuk melakukan penelitian kebiasaan seseorang dalam kesehariannya tidak hanya di satu daerah, namun beragam budaya mereka dekatkan teknologi yang mereka tawarkan lewat telepon genggam. Ah, itukan Nokia!

Bagaimana dengan Evan Williams, Mark Facebook, Pierre “E-Bay” Omydar, Sergey & Larry Page Google ketika mengawali besutan mereka. Kebutuhan, ‘keisengan’, just for fun! Namun, keseriusan untuk menumbuh kembangkan produk menjadi konsistensi yang disesuaikan dengan keinginan pengguna. Ide simpel, diramuh dan dijajahkan serta menghasilkan jutaan dolar.

Nasib konten lokal? Semangat membangun  konten lokal juga disuarakan oleh Depkominfo. Selain itu beberapa penyedia hosting IIX seperti Magnet-ID Kang Tadjid Yakub mengambil peranan juga, Enda – DagDigDug juga ada. Mari yang punya ide kreatif  mulai bangun & kembangkan konten lokal.

Ah, sepertinya celoteh malam ini harus disudahi ya. 23:57 WIB. Sebaiknya aku harus merecharge energi untuk memenuhi konsumsi energi esok hari. Tidak, sudah tengah malam lewat 25 menit – diiringi lagu “Pemuda Harapan Bangsa – Mahasiswa Rantau” Tidur yuk! Mari bermimpi dan tuangkan dalam wujud produk-produk yang bermamfaat. Tapi jangan sampai jadi Mahasiswa Abadi!